Latest Post
CATATAN BLOG:
Catatan blog ini khusus mapel yang sudah di ajarkan di SMPN 2 Cigombong dan saya rangkum dari berbagai macam sumber belajar untuk menambah pemahaman belajar di rumah bersama Ayah & Ibu.tercinta setiap hari Senin-Jumaat.
Catatan blog ini khusus mapel yang sudah di ajarkan di SMPN 2 Cigombong dan saya rangkum dari berbagai macam sumber belajar untuk menambah pemahaman belajar di rumah bersama Ayah & Ibu.tercinta setiap hari Senin-Jumaat.
Office:
Ghevira Blogger:
Jl. Raya Cigombong Rt.13 Rw 04 Kp. Pajagan
0266-732663
http://emjeahsan.blogspot.com/2013/03/rangkuman-besaran-satuan-kesalahan_2001.html
Rangkuman Besaran, Satuan, & Kesalahan
Pengukuran - Materi IPA SMP Kelas VII
A. BESARAN
Besaran adalah
segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan nilai ( dinyatakan
dengan angka ).
Sesuatu dapat dikatakan
sebagai besaran jika mempunyai 3 syarat yaitu :
1. dapat diukur atau
dihitung
2. dapat dinyatakan dengan
angka-angka atau mempunyai nilai
3. mempunyai satuan.
Jika ditinjau dari arah
dan nilainya, besaran dikelompokan menjadi dua, yaitu:
1. Besaran skalar, yaitu besaran yang hanya memiliki nilai
tanpa memiliki arah. Contoh: massa, panjang, waktu, energi, usaha, suhu,
kelajuan dan jarak.
2. Besaran vektor, yaitu besaran yang memiliki nilai dan
arah. Contoh: gaya, berat, kuat arus, kecepatan, percepatan dan perpindahan.
Besaran berdasarkan cara memperolehnya dapat dikelompokkan
menjadi 2 macam yaitu :
1.
. Besaran Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari
pengukuran. Karena diperoleh dari pengukuran maka harus ada alat ukurnya.
Sebagai contoh adalah massa. Massa merupakan besaran fisika karena massa dapat
diukur dengan menggunakan neraca.
2.
. Besaran non Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari
penghitungan. Dalam hal ini tidak diperlukan alat ukur tetapi alat hitung
sebagai misal kalkulator. Contoh besaran non fisika adalah Jumlah.
Sedangkan, berdasarkan jenis satuannya, besaran dikelompokan
menjadi dua, yaitu:
a. Besaran Pokok
Besaran pokok adalah besaran yang
satuannya telah ditetapkan lebih dahulu dan tidak tersusun atas besaran lain.
Besaran pokok terdiri atas tujuh besaran. Tujuh besaran pokok dan satuannya
berdasarkan sistem satuan internasional (SI) sebagaimana yang
tertera pada tabel berikut:
Tabel Besaran Pokok dan Satuannya
Besaran Pokok
|
Satuan SI
|
Massa
|
kilogram (kg)
|
Panjang
|
meter (m)
|
Waktu
|
sekon (s)
|
Kuat Arus
|
ampere (A)
|
Suhu
|
kelvin (K)
|
Intensitas Cahaya
|
candela (Cd)
|
Jumlah Zat
|
mole (mol)
|
Sistem satuan
internasional (SI) artinya sistem satuan yang paling banyak digunakan di
seluruh dunia, yang berlaku secara internasional.
Sistem satuan
internasional telah disepakati pada tahun 1960 oleh Konferensi Umum Kesebelas
mengenai berat dan ukuran, dengan nama Sistem international (SI).
Ada 7 besaran pokok
yang mempunyai satuan dan 2 besaran pokok yang tidak mempunyai
satuan :
1. Panjang
Satuan Panjang =
Meter (M)
Meter pertama kali
didefinisikan pada 1973 dengan membagi jarak dari kutub utara sampai ke
katulstiwa menjadi 10 juta bagian yang sama. Hasilnya diproduksi menjadi 3
batang platina dan beberapa batang besi. Karena selanjutnya diketahui bahwa
pengukuran jarak dari kutub ke katulstiwa tidak akurat, maka pada 1960 standar
ini ditinggalkan. Saat ini 1 meter didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh
cahaya pada ruang hampa selama 1/299792458 detik
2. Waktu
Satuan Waktu =
Detik/Sekon (S)
Satuan waktu awalnya
didefinisikan sebagai 1/86400 dari waktu satu hari, namun karena rotasi bumi
tidak konstan, maka definisi ini diganti menjadi 1/31556925.9747 dari tahun
1900. pada 1967, definisi ini kembali diganti.detik adalah selang waktu dari
9.192.631.770 periode radiasi yang disebabkan karena transisi 2 atom cesium –
133 pada ground state.
3. Massa
Satuan Massa =
Kilogram (kg)
pada 1799, kilogram
didefinisikan sebagai massa
air pada 4 derajat
celcius yang menempati 1 desimeter kubik. Namun kemudian ditemukan bahwa volume
air yang diukur ternyata 1,000028 desimeter kubik, sehingga standar ini
ditinggalkan pada 1889.
Kilogram didefinisikan
oleh sebuah benda silinder yang terbuat dari lempeng platina dan 10% indium
pada ruang hampa di dekat paris Kilogram merupakan satu-satunya satuan
standar yang tidak bisa dipindahkan. Tiruan-tiruan telah dibuat dengan
ketelitian mencapai 1/108part, namun metalurgi abad 19 belum baik,
sehingga ketidakmurnian pada logam menyebabkan kesalahan sekitar 0.5 part per
billion setiap tahunnya.
4. Arus listrik
Satuan Arus Listrik =
Ampere (A)
Saat arus listrik
mengalir lewat suatu kabel, maka bidang magnet akan berada di sekeliling kabel.
Ampere didefinisikan pada 1948 dari kekuatan tarik-menarik dua kabel yang
berarus listrik.
1 ampere adalah arus
listrik konstan dimana jika terdapat dua kabel dengan panjang tak terhingga
dengan circular cross section?? yang dapat diabaikan, ditempatkan dengan jarak
1 meter pada ruang hampa, akan menghasilkan gaya 2 x 107 newton
per meter.
5. Suhu atau Temperature
Satuan Suhu atau
temperature Termodinamis = Kelvin (K)
Definisi dari
temperature didasarkan pada
diagram fase air, yaitu posisi titik tripel air (suhu dimana 3 fase air berada
bersamaan) yang didefinisikan sebagai 273,16 kelvin, kemudian nol mutlak
didefinisikan pada 0 kelvin, sehingga 1 kelvin didefiniskan sebagai 1/273.16
dari temperature titik tripel air.
6. Jumlah Zat
satuan Jumlah Zat = Mol
(Mol)
mol adalah istilah yang
digunakan sejak 1902, dan merupakan kependekan dari “gram-molecule”.1 Mol
adalah jumlah zat yang mengandung zat elementer sebanyak atom yang terdapat
pada 0.012 kg karbon – 12. saat istilah mol digunakan, zat elementernya harus
dispesifikasikan, mungkin atom, molekul, electron, atau partikel lain.
Kita dapat membayangkan
satu mol sebagai jumlah atom dalam 12 gram karbon 12. bilangan ini disebut
bilangan Avogadro, yaitu 6.0221367 x 1023
7. Intensitas Cahaya
satuan Intensitas Cahaya
= Candela (C)
Satuan intensitas cahaya
diperlukan untuk menentukan brightness (keterangan) dari suatu cahaya.
Sebelumnya, lilin dan bola lampu pijar digunakan sebagai standar. Standar yang
digunakan saat ini adalah sumber cahaya monokromatik(satu warna), biasanya
dihasilkan oleh laser, dan suatu alat bernama radiometer digunakan untuk
mengukur panas yang ditimbulkan saat cahaya tersebut diserap.1 candela adalah
intensitas cahaya pada arah yang ditentukan, dari suatu sumber yang memancarkan
radiasi monokromatik dengan frekuensi 540 x 1012 per detik, dan
memiliki intensitas radian pada arah tersebut sebesar (1/683) watt per
steradian.
Berikut ini 2 macam
besaran pokokn tak berdimensi :
1. Sudut Datar
Satuannya Radian
2. Sudut Ruang
Satuannya Steradian
b. Besaran Turunan
Besaran Turunan adalah besaran yang
diturunkan dari besaran pokok hasil dari kombinasi-kombinasi besaran pokok.
contoh besaran turunan adalah luas suatu daerah persegi panjang. Luas sama
dengan panjang dikali lebar, dimana panjang dan lebar keduanya merupakan satuan
panjang. Perhatikan tabel besaran turunan, satuan dan dimensi di bawah ini.
Tabel Besaran Turunan dan Satuannya
Besaran Turunan
|
Satuan SI
|
Gaya (F)
|
kg.m.s-2
|
Massa Jenis (p)
|
kg.m-3
|
Usaha (W)
|
kg.m2.s-2
|
Tekanan (P)
|
kg.m-1.s-2
|
Percepatan
|
m.s-2
|
Luas (A)
|
m2
|
Kecepatan (v)
|
m.s-1
|
Volume (V)
|
m3
|
B. SATUAN
Satuan adalah ukuran dari suatu besaran yang digunakan untuk mengukur. Jenis-jenis satuan yaitu:
a. Satuan Baku
Satuan baku adalah
satuan yang telah diakui dan disepakati pemakaiannya secara internasional atau
disebut dengan satuan internasional (SI).
Contoh: meter, kilogram, dan detik.
Sistem satuan internasional dibagi menjadi dua, yaitu:
Contoh: meter, kilogram, dan detik.
Sistem satuan internasional dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Sistem MKS (Meter Kilogram
Sekon)
2. Sistem CGS (Centimeter Gram Second)
2. Sistem CGS (Centimeter Gram Second)
Tabel Satuan Baku
Besaran Pokok
|
Satuan MKS
|
Satuan CGS
|
Massa
|
kilogram (kg)
|
gram (g)
|
Panjang
|
meter (m)
|
centimeter (cm)
|
Waktu
|
sekon (s)
|
sekon (s)
|
Kuat Arus
|
ampere (A)
|
statampere (statA)
|
Suhu
|
kelvin (K)
|
kelvin (K)
|
Intensitas Cahaya
|
candela (Cd)
|
candela (Cd)
|
Jumlah Zat
|
kilomole (mol)
|
mol
|
b. Satuan Tidak Baku
Satuan tidak baku adalah
satuan yang tidak diakui secara internasional dan hanya digunakan pada suatu
wilayah tertentu.
Contoh: depa, hasta, kaki, lengan, tumbak, bata dan langkah.
Contoh: depa, hasta, kaki, lengan, tumbak, bata dan langkah.
C. ALAT UKUR
Alat Ukur adalah sesuatu yang digunakan untuk mengukur suatu besaran.
Berbagai macam alat ukur memiliki tingkat ketelitian tertentu. Hal ini bergantung pada skala terkecil alat ukur tersebut. Semakin kecil skala yang tertera pada alat ukur maka semakin tinggi ketelitian alat ukur tersebut. Beberapa contoh alat ukur sesuai dengan besarannya, yaitu:
a. Alat Ukur Panjang
1. Mistar (Penggaris)
Mistar adalah ala ukur
panjang dengan ketelitian sampai 0,1 cm atau 1 mm. Pada pembacaan skala,
kedudukan mata pengamat harus tegak lurus dengan skala mistar yang di baca.
2. Jangka Sorong
Jangka sorong dipakai
untuk mengukur suatu benda dengan panjang yang kurang dari 1mm. Skala terkecil
atau tingkat ketelitian pengukurannya sampai dengan 0,01 cm atau 0,1 mm.
Umumnya, jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang suatu benda, diameter bola, ebal uang logam, dan diameter bagian dalam tabung.
Jangka sorong memiliki dua skala pembacaan, yaitu:
a). Skala Utama/tetap, yang terdapat pada rahang tetap jangka sorong.
b). Skala Nonius, yaitu skala yang terdapat pada rahang sorong yang dapa bergeser/digerakan.
Umumnya, jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang suatu benda, diameter bola, ebal uang logam, dan diameter bagian dalam tabung.
Jangka sorong memiliki dua skala pembacaan, yaitu:
a). Skala Utama/tetap, yang terdapat pada rahang tetap jangka sorong.
b). Skala Nonius, yaitu skala yang terdapat pada rahang sorong yang dapa bergeser/digerakan.
3. Mikrometer Sekrup
Mikrometer sekrup
merupakan alat ukur panjang dengan ingkat ketelitian terkecil yaiu 0,01 mm atau
0,001 cm.
Skala terkecil (skala nonius) pada mikrometer sekrup terdapat pada rahang geser, sedangkan skala utama terdapat pada rahang tetap.
Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur diameter benda bundar dan plat yang sangat tipis.
Skala terkecil (skala nonius) pada mikrometer sekrup terdapat pada rahang geser, sedangkan skala utama terdapat pada rahang tetap.
Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur diameter benda bundar dan plat yang sangat tipis.
b. Alat Ukur Massa
Alat ukur yang digunakan
untuk mengukur massa suatu benda adalah neraca. Berdasarkan cara kerjanya dan
keelitiannya neraca dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Neraca digital, yaitu
neraca yang bekerja dengan sistem elektronik. Tingkat ketelitiannya hingga 0,001g.
2. Neraca O'Hauss, yaitu
neraca dengan tingkat ketelitian hingga 0.01 g.
3. Neraca sama lengan,
yaitu neraca dengan tingkat ketelitian mencapai 1 mg atau 0,001 g.
c. Alat Ukur Waktu
Satuan internasional
untuk waktu adalah detik atau sekon. Satu sekon standar adalah waktu yang
dibuuhkan oleh atom Cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali.
Alat yang digunakan
untuk mengukur waktu, antara lain jam matahari, jam dinding, arloji (dengan
ketelitian 1 sekon), dan stopwatch (ketelitian 0,1 sekon).
D. KESALAHAN DALAM PENGUKURAN
Kesalahan dalam pengukuran adalah penyimpangan nilai yang diukur dari nilai
benar x0. Kesalahan dapat digolongkan menjadi empat golongan :
1. Keteledoran
Umumnya disebabkan oleh keterbatasan pada pengamat, diantaranya kurang
terampil menggunakan instrumen, terutama untuk instrumen canggih yang
melibatkan banyak komponen yang harus diatur atau kekeliruan dalam melakukan
pembacaan skala yang kecil.
2. Kesalahan sistematik
Adalah kesalahan yang dapat dituangkan dalam bentuk bilangan (kuantitatif),
contoh : kesalahan pengukuran panjang dengan mistas 1 mm, jangka sorong, 0,1 mm
dan mikrometer skrup 0,01 mm
3. Kesalahan acak
Merupakan kesalahan yang dapat dituangkan dalam bentuk bilangan
(kualitatif),
Contoh :
- kesalahan pengamat dalam membaca hasil pengukuran panjang
- pengabaian pengaruh gesekan udara pada percobaan ayunan sederhana
- pengabaian massa tali dan gesekan antar tali dengan katrol pada percobaan
hukum II Newton.
4. Ketidakpastian pada Pengukuran
Ketika mengukur suatu besaran fisis dengan menggunakan instrumen, tidaklah
mungkin akan mendapatkan nilai benar X0,melainkan selalu terdapat
ketidakpastian. Ketidakpastian ini disebabkan oleh beberapa hal misalnya batas
ketelitian dari masing-masing alat dan kemampuan dalam membawa hasil yang
ditunjukkan alat ukur.
Beberapa istilah dalam pengukuran:
o Ketelitian (accuracy)
adalah suatu ukuran yang menyatakan tingkat pendekatan dari nilai yang
diukur terhadap nilai benar X0
o Kepekaan
adalah ukuran minimal yang masih dapat dideteksi (dikenal) oleh instrumen,
misal galvanometer memiliki kepekaan yang lebih besar daripada Amperemeter /
Voltmeter
o Ketepatan (precision)
adalah suatu ukuran kemampuan untuk mendapatkan hasil pengukuran yang sama.
o Presisi
berkaitan dengan perlakuan dalam proses pengukuran, penyimpangan hasil
ukuran dan jumlah angka desimal yang dicantumkan dalam hasil pengukuran.
o Akurasi
yaitu seberapa dekat hasil suatu pengukuran dengan nilai yang sesungguhnya.
JENIS KESALAHAN DAN SUMBERNYA
Kesalahan sistematis (systematic errors)
Adalah ketidak-akuratan hasil pengukuran akibat alat, kalibrasi atau teknik
ukur yang salah. Misalnya Kesalahan Alat.
> kesalahan nol (zero error) akibat tidak berimpitnya
titik nol skala dengan titik nol jarum penunjuk.
> kelelahan (fatigue) alat karena misalnya pegas yang
dipakai telah lembek.
> gesekan antar bagian yang bergerak.Kesalahan ini bisa
dihindari bila alat ukur diganti dengan yang lebih baik jika mungkin.
> Kesalahan kalibrasi yaitu ketidak-tepatan pemberian
skala ketika pertama kali alat dibuat .bisa dihindari dengan membandingkan alat
tersebut dengan alat baku (standar).
Kesalahan pribadi pengamat:
> Kesalahan parallax yaitu kesalahan akibat posisi mata
saat pembacaan skala tidak tepat tegak lurus di atas jarum.
> Kesalahan interpolasi yaitu salah membaca kedudukan
jarum diantara dua garis skala terdekat.
> Kesalahan Rambangan (random errors)
Walupun kesalahan sistematis sudah berusaha dihindari, namun masih ada
sumber kesalahan lain berasal dari luar sistem dan tak dapat dikuasai sepenuhnya:
Gerak brown molekul udara yang dapat mempengaruhi penunjukan alat-alat
halus seperti galvanometer.
Fluktuasi tegangan listrik yang tak teratur yang dapat mempengaruhi hasil
pengukuran dengan alat-alat ukur listrik.
Landasan (meja, lantai atau dudukan lain) alat yang bergetar akibat lalu
lintas atau sumber lain.
Dan untuk menghindari kesalahan dalam pengukuran kita harus melakukan
pengukuran berulang Pengukuran berulang adalah pengukuran yang dilakukan
berkali-kali tanpa ada perubahan penyetelan (setting) alat, misalnya lebar meja
yang diukur 10 kali dengan mistar yang sama. Seandainya pengukuran sekali dan
berulang telah dilakukan dengan sebaik-baiknya, sehingga tiap data
masing-masing model pengukuran diperoleh dengan cara-cara yang sama baiknya, tetap
saja kualitas data pengukuran berulang lebih baik dari pengukuran sekali. Dari
data yang diperoleh dengan pengukuran berulang, akan dapat diperoleh tiga
besaran yaitu nilai rata-rata (mean) sampel,nilai tengah (median) sampel, dan
nilai terbanyak muncul(modus) sampel.
Bila distribusi data hasil pengukuran beberapakali dipercayai seperti
distribusi Gauss (simetri), maka nilai ketiga besaran tersebut sama. Nilai
pendekatan terbaik yang paling tepat adalah nilai rata-rata sample karena
sesuai dengan asas kuadrat terkecil (Principle of Least Square) dalam statistik
yang berbunyi “Nilai terbaik diantara sekumpulan nilai suatu besaran adalah
nilai yang sedemikian rupa sehingga jumlah selisih nilai-nilai lain terhadap
nilai tersebut setelah dikuadratkan adalah sekecil-kecilnya”.
Dirangkum dari berbagai sumber
Semoga Bermanfaat.
Langganan:
Komentar (Atom)
Popular Posts
-
KontakOffice: Ghevira Blogger: Jl. Raya Cigombong Rt.13 Rw 04 Kp. Pajagan 0266-732663












